Gandeng Kelompok Wanita Tani Pangkalpinang, Dinas Pangan Gelar Diversifikasi Pangan Lokal

Pangkalpinang – Bertempat di Lapangan Bola Kelurahan Parit Lalang, Selasa (27/10/2020), Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Babel gelar Kampanye Diversifikasi Pangan Lokal dengan standar kesehatan.

Menghindari kerumunan massa dalam jumlah besar, Kampanye diversifikasi pangan dilaksanakan bersanding dengan pasar tani yang menggandeng ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Pangkalpinang. Sebanyak 8 Kelompok Wanita Tani siap dengan produknya. KWT tersebut diantaranya KWT Pelangi, KWT Daun Salam, KWT Matahri, KWT Delima Indah, KWT Ceria, KWT Cendawan, KWT Mutiara, dan KWT Komala Indah II. Produk yang dijual berupa sayuran segar dan pangan lokal olahan kreasi masing-masing kelompok.

Acara dikemas dengan memberikan voucer kepada pengunjung yang telah terlebih dahulu membeli produk pangan. Voucer kemudian ditukar dengan salah satu dari empat jenis makanan yang disediakan panitia berdasarkan warna bendera yang dipilih. Penggunaan voucer tidak lain untuk menghindari adanya kontak langsung. Adapun menu gratis yang disediakan adalah soto singkong dengan es tebu, nasi goreng pisang dengan es bunga telang, pempek dan bakwan singkong serta es gula merah, dan yang terakhir, aneka pangan kue dengan es kunir asem. Olahan pangan lokal gratis ini adalah kreasi ibu-ibu dari 4 KWT Pangkalpinang yang dilambangkan dengan bendera kuning, hijau, merah dan biru. Untuk menarik pengunjung, disediakan juga spot foto (photo booth) yang dipercantik menggunakan sayuran segar dan pangan lokal serta kotak-kotak buah.

Dalam kesempatan ini, Juaidi, Plt Kepala Dinas Pangan Provinsi memberikan support dan masukan kepada ibu-ibu KWT setelah sebelumnya berkeliling membeli produk.

”KWT adalah bagian dari kekuatan masyarakat perkotaan,” ujar Juaidi. “Jadi, dengan KWT sebenarnya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal dalam wadah kelompok. Sehingga, rumah dapat menjadi sumber kehidupan dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga terutama pangan, sayur, bumbu atau rempah dan lainnya,” lanjutnya.

Juaidi berharap ibu-ibu KWT dapat terus berproduksi, memperbaiki kualitas produk, memenuhi standar pengemasan, berlabel halal, dan terdaftar sertifikasi prima 3 yang menyatakan bahwa produk aman untuk dikonsumsi. Hal ini akan mendorong produk pangan lokal siap bersaing di pasaran dan dipajang di toko-toko retail.

“Kedepan, harapan saya produk lokal dari ibu-ibu KWT dapat dijual di perusahaan-perusahaan retail, dan siap bersaing dengan produk luar yang telah terlebih dahulu ada. Perbaiki kemasan produk, karena kemasan dan label menentukan harga. Semakin bagus kemasan dan labelnya, maka harganyapun akan meningkat,” kata Juaidi.

Juaidi juga mengingatkan ibu-ibu KWT untuk memasarkan produknya melalui media sosial / online dan bekerjasama dengan perusahaan pengiriman semisal gojek yakni gosend, gofood dan lainnya.

Hadir juga dalam acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang dan tim, Camat Rangkui, dan tim dari Dinas Pangan Provinsi.

Sumber: 
Dinas Pangan Provinsi
Penulis: 
Dini
Fotografer: 
Dini
Bidang Informasi: 
BKP Babel