Pembinaan Hasil Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha di Kabupaten Bangka.

Pembinaan Hasil Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha merupakan hal yang sangat perlu untuk dilakukan, mengingat pentingnya eksisitensi terhadap perlakuan pelaku usaha atas usaha tani yang telah mereka lakukan sesuai dengan hasil yang telah diperoleh dari Laboratorium penguji. Pembinaan Hasil Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha ini dilaksanakan sebagai tindakan Pengawasan terhadap pelaku usaha Pangan Segar agar dapat memonitoring dan memberikan pengarahan kepada pelaku usaha

Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha di Kabupaten Bangka, yakni atas nama Pelaku

Usaha papaya Then Muk Thung adalah sebagai berikut :

  1. Pelaku Usaha Tani Pepaya Then Muk Thung merupakan salah satu Pelaku Usaha Tani yang membudidayakan Pepaya Kalina, Bangkok dan Hawai yang ada di kabupaten Bangka. Luas lahan yang ia miliki untuk tanaman papaya 2 Ha dengan kepemilikan pribadi;
  2. Pembinaan dilaksanakan dengan melakukan penelusuran kemabli terhadap Standar Operasional Prosedur budidaya pepaya. Berdasarkan informasi yang didapat dari Then Muk Thung selaku pemilik adalah sebagai berikut :

Persiapan lahan :

  • Pembersihan lahan dari semak, gulma, dan sampah/kotoran. Semak atau pohon kecil yang tampak di lahan penanaman dipotong sampai pangkal batang atau dicabut. Sementara untuk cabang atau ranting pohon yang sudah besar dipotong sampai pangkal cabang atau ranting. Batu-batu, alang-alang atau tunggul batang tanaman yang mengganggu dibersihkan. Gulma-gulma yang tumbuh di lahan juga harus dikendalikan.
  • Lahan yang sudah bersih dicangkul dengan kedalaman 20-25 cm, kemudian diberi kapur dolomite dan dibiarkan selama 1 bulan;

Persiapan Benih :

  • Persiapan benih, didapat dari IPB varietas Calina dalam kemasan 0,5 gram (kurang lebih 250 butir), disemai pada polybag ukuran 10x20 cm;

Penanaman

  • Membuat lubang tanam sedalam 50 cm dengan jarak 2x3 m, diberi pupuk kandang (petroganik) dan pupuk kimia (NPK) sebagai pupuk dasar dengan dosis 2 kg : 0,5 kg, dibiarkan selama 2 minggu;
  • Bibit yang sudah tumbuh dengan ketinggian kurang lebih 15 cm dimasukkan kedalam lubang tanam sebanyak 1 polybag tiap lubang, dan ditimbun dengan tanah galian bagian atas sebatas polybag, selanjutnya bibit yang sudah ditanam disirami air secukupnya;

Pemupukan :

  • Pemupukan I dilakukan bersamaan pada saat penanaman seperti yang telah dilakukan saat penanaman;
  • Pemupukan II menggunakan Pupuk NPK 15-15-15 dilakukan 1 bulan setelah masa tanam dengan cara ditabur/dibenamkan dengan dosis 100 gram per tanaman;
  • Pemupukan III menggunakan pupuk kandang Petroganik dilakukan setelah 2 bulan masa tanam dengan cara ditabur/benamkan dengan dosis 1 kg per tanaman (dilakukan sama sampai tanaman menjelang berbuah yakni berumur 6 atau 7 bulan);
  • Pemupukan IV dilakukan setelah tanaman mulai berbuah, dengan dosis 2 kg Petrorganik : 200 gram NPK : 100 gram KCL dan 100 gram SP36;
  • Pemupukan selanjutnya dilakukan secara berkesinambungan sesuai dengan urutan pemupukan setelah masa tanaman berbuah;

Penyiangan :

  • Gulma dibersihkan dari sekitar tanaman papaya dengan menggunakan cangkul dan sekaligus melakukan pembubunan pada tanaman;

Pengendalian Hama dan Penyakit :

  • Hama yang biasa menyerang tanaman papaya adalah jamur menyerang batang dan buah;
  • Pengendalian hama penyakit bisa dilakukan dengan menggunakan fungisida antracol yang dilarutkan dengan air sesuai dengan dosis yang dianjurkan, dengan cara disemprotkan pada area yang terserang jamur;

Panen :

  • Panen dilakukan setelah tanaman berumur efektif selama 9 bulan setelah tanaman dengan cirri-ciri : buah sudah tampak kuning kemerahan ;
  • Buah papaya dipanen dengan cara dipetik.

Pembinaan Hasil Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha sangat perlu dilakukan, karena dapat berfungsi sebagi kontrol atas Penerapan SOP dan GAP yang telah dilaksanakan, sehingga hasil uji lab yang dinyatakan baik dapat dipertahankan serta ditingkatkan, dan sebaliknya jika hasil uji lab menunjukan bahwa produk pertanian yang dihasilkan dibawah rekomendasi dapat diperbaiki. Seperti halnya pelaku usaha atas nama Then Muk Thung di Kabupaten Bangka, berdasarkan hasil uji lab, produk petaniannya sudah baik,  hal ini tentunya harus ditingkatkan lebih baik lagi, sehingga jaminan konsumsi pangan yang sehat bebas pestisida, serta terjaga mutu dan kualitasnya . 

Penulis: 
BIDANG KONSUMSI
Sumber: 
DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Tags: 
Pembinaan Hasil Pengujian Laboratorium ke Pelaku Usaha di Kabupaten Bangka.

Artikel

22/05/2018 | Novita Frahesti Ade Wijaya (Perencana Pertama)
02/01/2018 | serikat petani indonesia
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | kassubag keuangan
165 kali dilihat
02/01/2018 | BIDANG KONSUMSI
78 kali dilihat
17/12/2017 | Kurnia Alzulami, SE
70 kali dilihat
23/11/2017 | bkp.pertanian.go.id
40 kali dilihat