PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN SEGAR DAN OLAHAN OLEH DINAS PANGAN PROV. KEP. BANGKA BELITUNG

 Jaminan keamanan pangan yang beredar merupakan tanggung jawab pemerintah bersama pelaku pelaku usaha/petani dan distributor harus dapat menjamin komoditi yang dihasilkan atau yang didistribusikan layak dikonsumsi. Jaminan keamanan pangan merupakan tanggung jawab tiga pihak yaitu: (1) pemerintah (fasilitator, pembimbing dan pengawas); (2) produsen; (3) konsumen. Sinergi diantara ketiga pihak ini dengan hak dan tanggung jawabnya masing-masing sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan keamanan pangan secara nasional.

 Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas SDM. Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang tidak akan berarti, jika makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak aman dari cemaran kimia maupun mikroba. Pangan yang tercemar mikroba menyebabkan berbagai kasus Penyakit Bawaan Makanan (PBM), seperti diare. Sedangkan pangan yang terkontaminasi cemaran kimia, seperti residu pestisida dan toksin diduga sebagai penyebab penyakit kanker. Begitu pentingnya keamanan pangan ini menjadi dasar bagi negara-negara di dunia untuk mendeklarasikan bahwa keamanan pangan adalah hak asasi setiap individu dalam Internasional Conference on Nutrition pada tahun 1992.

Dalam upaya meningkatkan keamanan pangan daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, maka pada tanggal 20 Juni 2017 Tim Pengawas Keamanan Pangan (Dinas Pangan Prov. Kep. Bangka Belitung dan BPOM Kota Pangkalpinang) melakukan pengawasan dan pemantauan bersama terhadap produk pangan yang beredar di masyarakat baik produk pangan segar maupun produk olahan yang ada di Pasar Modern Puncak Mall dan Ramayana Pangkalpinang untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Tim Pengawas Keamanan Pangan terdiri dari Dinas Pangan Provinsi, BPOM, Biro Humas Setda Provinsi dan POLDA Bangka Belitung. Tim Pengawas Keamanan pangan dipimpin langsung oleh Ir. Ahmad Damiri selaku Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan didampingi oleh Ibu Rossy Hertati selaku Kepala BPOM Kota Pangkalpinang.

Adapun hasil pengawasan di Pasar Modern Puncak Mall Semabung dan Ramayana Pangkalpiang adalah sebagai berikut:

"Pada Puncak Mall Semabung untuk pangan segar pada saat pengawasan hanya menjual jeruk dan beras, pemajangan beras sudah bagus. Sedangkan pada pemajangan jeruk ada beberapa buah jeruk yang busuk dan tidak layak, kemudian tim pengawas langsung mengintruksikan pihak Puncak Mall Semabung Pangkalpinang untuk segara menarik buah-buahan yang busuk tersebut dari tempat pemajangan".

Sedangkan untuk pengawasan pangan olahan, ada beberapa produk kripik dalam kemasan tanpa adanya nomor pendaftaran PIRT. Maka tim pengawas keamanan pangan mengintruksikan pihak Puncak Mall Semabung Pangkalpinang untuk segera membuka kemasan tersebut supaya dijual dalam bentuk curah. Selain itu tim pengawas keamanan pangan mengambil sampel kerupuk warna warni untuk diuji kandungan Rhodamin B dan Methanil Yellow.

  • Pada Ramayana tempat pemajangan buah-buahan ada beberapa buah-buahan (pisang cavendix dan melon) yang busuk dan tidak layak, kemudian tim pengawas langsung mengintruksikan pihak Ramayana untuk segara menarik buah-buahan yang busuk tersebut dari tempat pemajangan.
Penulis: 
Ongki Pinsesra, S.P., M.Si.
Sumber: 
Dinas Pangan Prov. Babel

Artikel

02/01/2018 | serikat petani indonesia
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
02/01/2018 | DINAS PANGAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
25/10/2017 | Eddy Agusman
19 kali dilihat
02/01/2018 | kassubag keuangan
19 kali dilihat
17/12/2017 | Kurnia Alzulami, SE
19 kali dilihat
17/12/2017 | Kurnia Alzulami, SE
19 kali dilihat
09/10/2017 | Eddmond
17 kali dilihat