PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN SEGAR DI KABUPATEN BELITUNG DAN BELITUNG TIMUR MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H

Jaminan keamanan pangan yang beredar merupakan tanggung jawab pemerintah bersama pelaku pelaku usaha/petani dan distributor harus dapat menjamin komoditi yang dihasilkan atau yang didistribusikan layak dikonsumsi. Jaminan keamanan pangan merupakan tanggung jawab tiga pihak yaitu: (1) pemerintah (fasilitator, pembimbing dan pengawas); (2) produsen; (3) konsumen. Sinergi diantara ketiga pihak ini dengan hak dan tanggung jawabnya masing-masing sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan keamanan pangan secara nasional.

Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas SDM. Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang tidak akan berarti, jika makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak aman dari cemaran kimia maupun mikroba. Pangan yang tercemar mikroba menyebabkan berbagai kasus Penyakit Bawaan Makanan (PBM), seperti diare. Sedangkan pangan yang terkontaminasi cemaran kimia, seperti residu pestisida dan toksin diduga sebagai penyebab penyakit kanker. Begitu pentingnya keamanan pangan ini menjadi dasar bagi negara-negara di dunia untuk mendeklarasikan bahwa keamanan pangan adalah hak asasi setiap individu dalam Internasional Conference on Nutrition pada tahun 1992.

Pengawasan keamanan pangan segar juga dilakukan mulai dari on farm sampai pangan siap diedarkan. Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menangani ketahanan pangan, melakukan pengawasan keamanan pangan segar diperedaran di pasar tradisional, pasar modern dan gudang beras. Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan rutin pengawasan keamanan Pangan.

Petugas dari Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diberikan tugas untuk melakukan Pengawasan Rutin Keamanan Pangan adalah:        (1) Pairus, S.P., M.M.; (2) ; (3) Andrianus Fajar P.H, S.TP dan (4) Yahudi. Sedangkan Petugas Gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPOM, Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan POLDA.

            Pengawasan di Kabupaten Belitung dilaksanakan di BTK Mart, Babel Mart, Puncak Mall dan Gudang Beras, adapun hasil pengawasan adalah sebagai berikut:

  • Pada BTK Mart ditemukan suhu tempat pemajangan tidak sesuai dengan ketentuan dan sedikit kotor. Pada tempat pemajangan beras ditemukan tanpa adanya alas/palet dan penempatannya terlalu berdekatan dengan minuman kaleng, dikhawatirkan apabila minuman tersebut tumpah dapat mengkontaminasi beras yang ada.
  • Pada Babel Mart ditemukan suhu tempat pemajangan tidak sesuai dengan ketentuan dan sedikit kotor, timbangan sudah lama tidak di “tera”. Selain itu pada tempat pemajangan masih ditemukan buah-buahan yang sudah tidak layak untuk dipajangkan dikarenakan sudah busuk, maka tim pengawas langsung mengintruksikan pihak Babel Mart untuk segara menarik buah-buahan yang busuk tersebut dari tempat pemajangan.
  • Pada Puncak Mall juga ditemukan suhu tempat pemajangan tidak sesuai dengan ketentuan dan sedikit kotor. Pangan segar yang sudah tidak layak masih diperjualbelikan dengan alasan pengklasan, hal ini dapat ngakibatkan terjanya kontaminasi silang.
  • Adapun Hasil dari Inspeksi Rutin pengawasan Keamanan Pangan di gudang beras Petugas dari dinas pangan melakukan Pengujian Sampel Contoh Pangan Segar pada gudang beras dan toko daging sapi di uji cepat menggunakan alat Rapit Test Kit Residu pestisida, Formalin dan Clorine. Hasil pengujian pada Sampel dari kabupaten Belitung ditemukan Kandungan Klorine pada Gudang Beras dengan Merek Beras Cap kuda. Temuan dari gudang beras tersebut dilakukan tindak lanjut dengan pengujian ke Laboratorium Terakreditasi KAN untuk mengetahui jumlah kandugan klorine pada beras tersebut.
  • Untuk pengawasan di Pasar Tradisional di toko penjual daging sapi masih ada ditemukan harga jualnya diluar harga HET yang ditentukan oleh pemerintah, hal ini disebabkan karena biaya pengangkutan sapi dari madura membengkak. Hasil Pengecekkan Toko Daging berdasarkan Ceklist Retail yang Benar sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sedangkan pengawasan di Kabupaten Belitung Timur dilaksanakan di “N” Fresh, Puncak Mall dan Asoka, adapun hasil pengawasan adalah sebagai berikut:

  • Pada “N” Fresh ditemukan tempat pemajangan tanpa adanya pendingin dan sedikit kotor.. Selain itu pada tempat pemajangan masih ditemukan buah-buahan yang sudah tidak layak untuk dipajangkan dikarenakan sudah busuk, maka tim pengawas langsung menurunkan buah-buahan tersebut dari tempat pemajangan dan tempat pemajangan pada produk pangan segar (buah-buahan) banyak ditemukan lalat yang dapat mengkontaminasi bakteri terhadap pangan segar tersebut.
  • Pada Puncak Mall juga ditemukan suhu tempat pemajangan tidak sesuai dengan ketentuan, kotor dan berkarat. Selain itu pada tempat pemajangan masih ditemukan buah-buahan yang sudah tidak layak untuk dipajangkan dikarenakan sudah busuk, maka tim pengawas langsung mengintruksikan pihak Puncak Mall manggar untuk segara menarik buah-buahan yang busuk tersebut dari tempat pemajangan.

Sedangkan pada Pasar Modern Asoka, untuk pangan segar asal tumbuhan belum menjual buah-buahan dan sayuran hanya menjual beras. Pada pemajangan beras sudah baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sumber: 
Dinas Pangan
Penulis: 
Ongki Pinsesra, S.P., M.Si.
Fotografer: 
Ongki Pinsesra, S.P., M.Si.
Editor: 
eddmond
Bidang Informasi: 
Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan